Untuk menghubungi saya, atau memberi dan menerima maklumbalas secara peribadi, sila capai 013-3544889, atau emelkan ke rozaisalanamy@gmail.com, atau temui saya di http://www.facebook.com/rozais.alanamy

Selain capaian di atas, yang menggunakan nama dan kutipan daripada saya adalah tidak relevan dan tidak ada kena mengena dengan pendapat dan pendirian saya.
__________________________________________________________________

Thursday, January 29, 2009

Di Dada Sepi Yang Telanjang

.

(menyambut kehadiran zuraidaiman)

Mimpi lancang dinihari semalam
melekap masih di dada sepi yang telanjang
dan aku masih termangu di ranjang
menggapai puisi-puisi indah
menyelit pada dingin embun kerinduan
yang hampir sirna oleh sinar mentari
setelah mengusir bulan kesiangan.
Dan kupandang mimpi pergi
ke dalam bulir-bulir kenangan
mengapung di ruang kewahaman
pecah di keras batu kepura-puraan.

Noble Art Creation
Januari 29, 2009 (petang: 4.59)
.

7 comments:

InangRodat said...

rozais..

di dalam dada yang sepi
mimpi adalah pengisi
untuk menghitung hari
mencari kebahagiaan hakiki

salam dari InangRodat yang lama tidak menghadirikan diri...

rba said...

salam..
InangRodat, bagaimana pula jika mimpi jadi realiti..

InangRodat said...

rba..

jika mimpi indah menjadi realiti, itulah kebahagiaan yang di nanti namun jika mimpi ngeri menjadi realiti, bertahanlah lah dan bertawakal kepada Ilahi..

rba said...

InangRodat..

Mimpi sukar ditafsir. Tapi saya takut dengan tulisan sdri Rozais tajuk 'my dear trouble maker'.. Apa komen InangRodat?

InangRodat said...

rba..

Itu mungkin mimpi ngeri... apa nak di takutkan.. ?? Kematian datang tanpa di jangka.. terbunuh, di bunuh , membunuh..yang penting, jangan terkucil dari jalan Allah

rozais al-anamy said...

Inangrodat & rba,
Hey, asyiknya bersembang dan berbalas tanya. Tak sempat saya sebagai tuan rumah nak mencelah.

Indah sungguh bahasa kalian, penuh madah dan kiasan. Saya sebagai tuan rumah amat gembira menerima tetamu bijaksana lagi santun orangnya. Lebih-lebih lagi mendengar dua pria berbicara.

rba said...

salam,
sdari rozais al anamy..
hanya memformulasikan ibarat takarir..